slider img
slider img
slider img

Kali ini Potret Pendidikan.com akan membahas tentang salah satu Gunung yang ada di Dsn. Air Mata Jungkarang, yang masih belom dikenal ...

Gunung Miri Air Mata Jungkarang


Kali ini Potret Pendidikan.com akan membahas tentang salah satu Gunung yang ada di Dsn. Air Mata Jungkarang, yang masih belom dikenal oleh orang-orang. Gunung Air Mata ini adalah  tepatnya di provinsi Jawa Timur. Puncak Gunung Air Mata merupakan puncak tertinggi dari seluruh bagian wilayah Dsn. Air Mata Jungkarang.
Dsn. Air Mata Jungkarang sendiri merupakan Wilayah yang beriklim tropis. Seperti yang sudah Anda ketahui, wilayah ini membentang di atas, maka tidaklah mungkin ada salju di gunung ini.


Gunung ini bukan tempat wisata, tapi gunung ini hanya tempat biasa dan pemandangannya indah

Tempat Gunung
Alamat : Air Mata
Dusun : Jungkarang
Kecamatan : Jrengik
Kabupaten : Sampang
Provinsi : Jawa Timur

Potret Pendidikan --- Suasana di Plasa Insan Berprestasi KePotret Pendidikan pada Rabu siang, (18/11/2015), sangat berbeda. Tampak serib...

Potret Pendidikan di Tingkat Dasar dan Menengah


Potret Pendidikan --- Suasana di Plasa Insan Berprestasi KePotret Pendidikan pada Rabu siang, (18/11/2015), sangat berbeda. Tampak seribu lebih pelajar dari berbagai wilayah tanah air memenuhi ruangan terbuka di lantai 1 Gedung Ki Hadjar Dewantara itu. Mereka adalah para pengurus OSIS SMP, SMA dan SMK dari 34 provinsi yang menjadi peserta Kawah Kepemimpinan Pelajar (KKP) 2015.

Siang itu semua peserta sudah berkumpul, dan semua pejabat KePotret Pendidikan sudah hadir, termasuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Potret Pendidikan) Anies Baswedan. Namun acara tidak kunjung dimulai secara resmi. Justru anak-anak calon pemimpin itu diperbolehkan naik ke panggung untuk bebas berekspresi menyanyikan lagu daerah bersama peserta yang lain. Beberapa lagu daerah pun dinyanyikan bersama-sama.

Dimulai dengan lagu dari Sumatera Barat, Kampuang Nan Jauah di Mato; lalu lagu daerah dari Papua, Sajojo; dan diakhiri dengan lagu dari Jawa Barat, Manuk Dadali. Kemeriahan dan suasana suka cita memenuhi Plasa Insan Berprestasi KePotret Pendidikan. Bahkan Potret Pendidikan Anies Baswedan dengan suka cita menari bersama para pelajar, bergandengan tangan dan saling merangkul saat lagu Sajojo disenandungkan.

Usai kemeriahan bernyanyi dan menari bersama, acara resmi pun dimulai. Semua peserta duduk dan bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Potret Pendidikan pun lalu memulai sambutannya. Ia mengawali dengan mengingat kembali kenangan saat dirinya menjadi pengurus OSIS di kelas 1 SMA dan mendapat kesempatan mengikuti kegiatan kepemimpinan di Kantor KePotret Pendidikan, tepat di tempat yang sama, yaitu di Plasa Insan Berprestasi.

“Waktu itu menterinya Pak Fuad Hasan. Kejadiannya pas September tahun 1985. Dan itu meninggalkan pengalaman yang luar biasa dalam diri saya,” tutur Potret Pendidikan di hadapan sekitar 1.100 lebih peserta Kawah Kepemimpinan Pelajar (KKP), pada Rabu siang (18/11/2015). Ia lalu menyampaikan pesan-pesannya mengenai cara mengembangkan potensi kepemimpinan, salah satu caranya dengan menciptakan masalah.

“Pemimpin itu harus senang menciptakan masalah. Masalah adalah selisih antara yang menjadi kenyataan dengan harapan,” katanya.

Potret Pendidikan mencontohkan masalah yang dibuat para pelajar dari SMAN 1 Serang yang membuat koran bulanan di sekolah. “Mereka menciptakan masalah,” ujarnya sambil menunjukkan sebuah koran karya pelajar SMAN 1 Serang, Banten. Ia mengatakan, para pelajar SMAN 1 Serang itu menciptakan masalah karena setiap selesai belajar di sekolah mereka tidak langsung pulang ke rumah, melainkan berkumpul untuk membicarakan rencana penerbitan koran bulanannya.

“Mereka harus mengumpulkan orang, mengumpulkan tulisan, hingga mendistribusikan koran,” katanya.

Potret Pendidikan juga menuturkan, proses menjadi seorang pemimpin tidak instan. Seorang pemimpin yang besar dan matang dihasilkan melalui proses penempaan. Dalam proses penempaan itu, ia harus menghadapi berbagai masalah. Karena itulah, Potret Pendidikan meminta para peserta KKP 2015 untuk terus mengembangkan potensi kepemimpinan mereka dengan menciptakan masalah. (Desliana Maulipaksi)
Indeks Berita

Sosialisasi Pada Anak Usia Dini Memiliki teman atau sahabat adalah salah satu pondasi penting dalam kehidupan seseorang. Penelitian ...

Sosialisasi Pada Anak Usia Dini

Sosialisasi Pada Anak Usia Dini

Memiliki teman atau sahabat adalah salah satu pondasi penting dalam kehidupan seseorang. Penelitian menunjukkan bahwa seorang anak yang memiliki masalah dalam berinteraksi dengan teman sebayanya, cenderung mengalami guncangan emosi yang lebih besar dibandingkan anak yang memiliki banyak teman. Dalam kondisi ekstrim, saat mereka dewasa guncangan emosi yang tidak dapat diatasi ini dapat menyebabkan tindakan vandalisme, kriminal, bahkan bunuh diri. Bagaimana dengan anak anda?
Apabila anda memiliki seorang anak yang pemalu, maka tidak ada salahnya jika anda mengajarkan cara bersosialisasi sejak dini. Kemampuan bersosialisasi ini sangat penting dalam masa tumbuh kembang anak, karena dengan bersosialisasi anak akan lebih mudah untuk mengembangkan karakternya. Mungkin hal ini bukan masalah bagi sebagian anak yang terlahir dengan bakat pandai bersosialisasi. Tetapi bagi anak yang kesulitan bersosialisasi, hal ini dapat menyebabkan anak menjadi kurang percaya diri dan susah bergaul dengan teman sebayanya.
Berikut ini ada beberapa cara yang dapat membantu anda untuk mengajarkan anak bersosialisasi sejak usia dini.
1. Menjadi Role Model
Anak seringkali mencontoh perilaku dan sikap dari orangtuanya. Oleh karena itu, setiap orangtua wajib menjadi role model yang baik bagi anak-anaknya. Dengan melihat bagaimana orangtuanya menyapa, berbicara dan bergaul dengan orang lain, hal ini akan membuat anak lebih mudah untuk bersosialisasi dengan teman-temannya.
2. Biarkan Anak Berekspresi
Berikan kesempatan pada anak untuk berkumpul bersama dengan teman-temannya, seperti mengikuti kegiatan pramuka, olahraga, atau kegiatan-kegiatan lain yang dapat mendorong bakat mereka. Anak akan sangat menikmati apabila mereka dapat menunjukkan bakat serta minatnya. Salah satu penyebab kurangnya rasa percaya diri pada anak, adalah karena anak tidak memiliki ruang untuk berekspresi.
3. Suasana Keluarga Yang Terbuka
Bangunlah suatu hubungan yang terbuka antara anak dengan orangtua. Salah satu caranya adalah dengan mengajak anak anda berkomunikasi tentang berbagai kegiatannya sehari-hari. Luangkan waktu untuk berbicara dengan anak anda sedikitnya dua kali dalam sehari, dan biarkan anak anda mengeluarkan isi hatinya. Hal seperti ini akan membuat anak berani untuk bertanya, minta pendapat, ataupun sekedar curhat saja.
4. Beraktivitas Dalam Kelompok
Ajak anak anda untuk bergabung dalam suatu komunitas atau tim olahraga yang sesuai dengan minatnya. Selain dapat mengasah bakat anak, kegiatan semacam ini juga dapat memberikan kesempatan pada anak untuk bergaul dan mendapat teman baru. Anak-anak biasanya sangat menyukai kegiatan seperti ini, karena itu carilah suatu kegiatan yang dapat dilakukan anak bersama dengan teman sebayanya.
5. Bermain Bersama
Bermain adalah salah satu cara untuk mengakrabkan diri dengan anak lain, dan dengan bermain anak menjadi lebih bebas dalam mengeluarkan ekspresinya. Ajak anak anda untuk sesekali bermain di luar rumah bersama teman-temannya, atau anda bisa meminta saudara sepupu atau teman dekatnya untuk menginap di rumah ketika liburan sekolah tiba.
6. Bangkitkan Rasa Percaya Diri Anak
Orangtua adalah orang yang paling tahu dan mengenal karakter anaknya, beserta dengan segala kelebihan dan juga kekurangannya. Karena itu bantulah anak anda untuk menemukan rasa percaya dirinya dengan cara berkomunikasi secara personal.
7. Etika Bergaul
Dalam pergaulan, anak harus diberikan pengertian untuk dapat menghargai orang lain. Dengan memiliki etika bergaul yang baik, anak tidak akan canggung untuk bergaul dengan teman sebayanya ataupun orang yang usianya jauh lebih tua.
8. Jangan Terlalu Protektif
Seringkali orangtua terlalu protektif terhadap anaknya, sehingga membatasi kesempatan anaknya untuk berinteraksi dengan orang lain. Biarkan anak anda belajar untuk melakukan segala sesuatunya sendiri, seperti menelepon temannya, bertanya kepada orang lain, atau membayar sendiri saat jajan.
9. Perhatikan Anak Anda
Agar dapat lebih memahami perilaku anak anda, penting bagi anda untuk memperhatikan mereka saat berinteraksi dengan orang lain. Jika anak anda pemalu, jangan terlalu memaksanya, tetapi bantulah dia untuk dapat membuka diri dengan teman-temannya. Dukungan dari orangtua sangat membantu anak untuk bersosialisasi.
10. Jelaskan Arti Teman
Berikan pemahaman pada anak tentang pentingnya mempunyai teman. Apabila anak anda memiliki pribadi yang tertutup, berilah mereka cukup waktu untuk membuka diri. Karena ketika mereka merasa nyaman, saat itulah mereka akan bersosialisasi dengan orang lain.
Demikianlah beberapa cara mendidik anak untuk bersosialisasi. Kemampuan bersosialisasi ini dapat dilatih sejak anak usia dini, sehingga nanti ketika dewasa mereka dapat beradaptasi dengan lingkungan sosialnya. Untuk melatih kemampuan bersosialisasi ini tentunya juga harus disesuaikan dengan kepribadian anak, karena setiap anak memiliki kepribadian yang berbeda sehingga cara pendekatan dan latihan yang dilakukan juga berbeda, sesuai dengan kepribadian mereka.
Untuk mengetahui tipe kepribadian anak anda lebih lengkap dan jelas, anda bisa mengIkuti tes kepribadian di website kami atau melalui link berikut ini Tes Kepribadian Anak. Tes ini telah membantu banyak orangtua untuk mengenali, dan merubah karakter anaknya menjadi lebih baik. Temukan jawabannya dalam 5 menit, GRATIS!!
Semoga bermanfaat